
Singosari, 14 Februari 2026 – Memasuki dunia industri yang kian kompetitif, SMKS PGRI Singosari terus berkomitmen membekali para siswanya dengan kompetensi non-teknis (soft skills) yang mumpuni. Hal ini diwujudkan melalui Pelatihan Persiapan Pra-Kerja Berbasis Industri yang digelar di Aula SMKS PGRI Singosari pada Sabtu pagi.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber ahli, Bapak Bangkit Mahendra, yang merupakan praktisi HRD dari PT Arthawena Sakti Gemilang. Pelatihan ini diikuti dengan antusias oleh seluruh siswa kelas XII dari tiga jurusan unggulan, yaitu:
- Teknik Otomasi Industri (TOI)
- Teknik Elektronika Industri (TEI)
- Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ)
Menyelami Ekspektasi Dunia Industri
Dalam paparannya, Bapak Bangkit Mahendra menekankan bahwa nilai akademik saja tidak cukup untuk menembus gerbang perusahaan besar. Beliau membagikan tips eksklusif mengenai apa yang sebenarnya dicari oleh HRD saat ini.
Beberapa poin utama yang dibahas dalam pelatihan meliputi:
- Teknik Interview yang Memikat: Cara menjawab pertanyaan jebakan dan membangun rasa percaya diri.
- Bedah CV Profesional: Tips menyusun Curriculum Vitae yang menarik bagi sistem rekrutmen industri.
- Etika Kerja & Budaya Perusahaan: Pentingnya kedisiplinan, integritas, dan kemampuan adaptasi di lingkungan kerja nyata.
“Industri tidak hanya mencari orang pintar, tapi mencari pribadi yang punya sikap (attitude) baik dan kemauan untuk terus belajar. Adik-adik dari jurusan TOI, TEI, dan TKJ punya peluang besar, asal tahu cara ‘menjual’ potensi diri dengan benar,” ujar Bapak Bangkit di hadapan ratusan siswa.
Antusiasme Siswa Menjelang Kelulusan
Suasana aula tampak hidup saat sesi tanya jawab dibuka. Banyak siswa yang berkonsultasi langsung mengenai tantangan masuk ke dunia kerja di tahun 2026 ini. Pelatihan ini diharapkan dapat mengikis kecemasan siswa kelas XII dalam menghadapi masa transisi dari dunia sekolah ke dunia kerja.
Melalui sinergi antara sekolah dan mitra industri seperti PT Arthawena Sakti Gemilang, SMKS PGRI Singosari membuktikan langkah nyata dalam mencetak lulusan yang tidak hanya ahli secara teknis, tetapi juga matang secara mental dan administratif.
Leave a Reply